sudah 2 minggu lebih ini saya enggak tinggal di rumah kost sendiri. well, karena semester teman-teman saya sudah pada selesai mereka pada pulang ke kampung halaman masing-masing. dan rumah yang kita huni dulu terpaksa juga harus ditutup karena tidak mungkin hanya saya sendiri yang menyewa dan tinggal disana..
selama 2 minggu ini saya ngungsi di rumah temen loh. aduh kasian yah. minggu pertama di rumah si rocky, minggu kedua di rumah ridho, dan sekarang menginjak minggu ketiga saya ngungsi di rumah si shofyan. ada enaknya juga gak ada enankya ternyata. tapi mau gimana lagi, life itu harus dienjoy-enjoyin aja. syukuri apa yang ada hidup kan memang sperti begono.
asal leptop, handphone and dompet itu ada disamping kita, masalah merantau is no problemo. mau pindah-pindah kemana kek tapi kalo ada 3 teman setia itu gak bakalan mati gaya deh.
kegiatan bernomaden kayak manusia purba ini bakalan berlanjut deh sampe akhir juli. What??? yup akhir JULI bukan akhir JUNI. jadi nanti setelah menyambangi rumah-rumah temen yang ada di sini, Izmir, nanti bulan JULI insyaAllah bakal nyambangi teman-teman yang ada di kota lain seperti Ankara, Kocaeli dan Istanbul. tapi buat yang merantau di bulan juli itu bakalan rada berat dikit deh, soalnya saya bakalan bawa koper besar plus tas-tas lainnya. maklum ntar akhir julinya saya bakalan terbang ke INDONESIA. :3 dan yang bikin berat juga bahwa bulan juli itu adalah puncaknya musim panas. oh man, tau gak sih ente-ente kalau musim panas di turki itu panasnya udah kaya oven. sekali keluar dari rumah nih ya langsung deh berasa dibakar sama sinarnya matahari. di dalem bus yang rame bisa-bisa ente-ente mateng kaya ayam panggang. mana lagi ntar di bulan juli itu adalah bulan puasa. Bismillah aja deh semoga perjalanannya menyenangkan :)
Merantau kayak gini benernya banyak untungnya buat saya. banyak pelajaran yang bisa saya ambil. pertama saya bisa ngerasain bagaimana si tunawisma yang gak punya rumah dan gak tahu harus tidur dimana. di tengah jalan dan di tengah siang bolong saya yakin seyakinnya bahwa mereka bakalan tanya pada dirinya sendiri "Ntar malem mau tidur dimana". kedua, dengan merantau dan pindah-pindah seperti ini saya sadar bahwa saya itu gak punya apa-apa di dunia ini, bahwa pada akhirnya saya juga akan meninggalkan dunia ini. karena kebanyakan kita lupa ketika kita berada sudah berada di zona nyaman bahwa tempat yang kita cintai itu bukanlah tempat peristirahatan kita yang sebenernya.
merantau seperti ini memang melelahkan tapi hikmahnya banyak loh kawan-kawan. kagak percaya? coba aja sendiri. hidup merantau seperti ini juga membuat saya mengerti tentang rasanya rindu orang-orang beriman akan surga. yaitu rumah peristirahatan yang sesungguhnya. mereka sadar bahwa di dunia ini mereka hanya seorang musafir yang melakukan perjalanan yang melelahkan dan ingin sekali beristirahat di surga kelak.
semoga saja kegiatan merantau ini membuat saya akhirnya berubah total. berubah menjadi yyang saya inginkan seperti dulu.
Senin, 18 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
Noda Kematian part 1
Musim semi telah datang. sinar matahari lambat laun menghangatkan kota yang dingin ini. gunungan-gunungan es di tepi jalan mulai mencair perlahan-lahan. burung-burung pun sepertinya sedang bahagia menyambut datangnya musim semi setelah 3 bulan dingin berkuasa. namun, wajah itu masih tidak pergi juga dari ingatan ini.
perjalanan menuju rumah hanya tinggal beberapa ratus meter lagi. ah, kenapa aku harus kembali ke rumah itu. aku tidak ingin hangatnya rumah itu. aku tidak ingin berada dalam kenyamanan yang tersedia di rumah kayu super mewah itu.
suara pintu yang berderit seolah rumah ini menyambutku dengan senang. ruangan-ruangan yang penuh dengan perabotan dan hiasan memanggilku untuk singgah. namun aku gerah dan tak ada nafsu untuk menghuni tempat ini lagi. tak tahan dan aku kembali lagi ke luar rumah. emosi dan air matapun sepertinya tidak ingin meninggalkanku.
"Bona, kamu di mana? Kalau butuh temen, dateng aja ke rumahku. Pintu rumahku selalu terbuka kok buat kamu. Pina".
sms dari Pina, teman satu kampus membuyarkan pikiranku. aku hapus air mataku dan ku alihkan pandanganku pada sekeliling taman ini.
masih dingin. dan mungkin akan terus terasa dingin meski matahari menerpakan sinarnya yang hangat pada muka yang pucat ini.
hari mulai petang, dan mungkin aku harus singgah di rumah Pina untuk malam ini. mungkin di sana aku setidaknya bisa mendapatkan sedikit kehangatan. aku mulai beranjak dari bangku taman dan selagkah demi selangkah aku ucapkan sampai jumpa pada taman ini.
perjalanan menuju rumah hanya tinggal beberapa ratus meter lagi. ah, kenapa aku harus kembali ke rumah itu. aku tidak ingin hangatnya rumah itu. aku tidak ingin berada dalam kenyamanan yang tersedia di rumah kayu super mewah itu.
suara pintu yang berderit seolah rumah ini menyambutku dengan senang. ruangan-ruangan yang penuh dengan perabotan dan hiasan memanggilku untuk singgah. namun aku gerah dan tak ada nafsu untuk menghuni tempat ini lagi. tak tahan dan aku kembali lagi ke luar rumah. emosi dan air matapun sepertinya tidak ingin meninggalkanku.
"Bona, kamu di mana? Kalau butuh temen, dateng aja ke rumahku. Pintu rumahku selalu terbuka kok buat kamu. Pina".
sms dari Pina, teman satu kampus membuyarkan pikiranku. aku hapus air mataku dan ku alihkan pandanganku pada sekeliling taman ini.
masih dingin. dan mungkin akan terus terasa dingin meski matahari menerpakan sinarnya yang hangat pada muka yang pucat ini.
hari mulai petang, dan mungkin aku harus singgah di rumah Pina untuk malam ini. mungkin di sana aku setidaknya bisa mendapatkan sedikit kehangatan. aku mulai beranjak dari bangku taman dan selagkah demi selangkah aku ucapkan sampai jumpa pada taman ini.
Bidik Adidas
paling gak tahan itu kalo lagi jalah-jalan and lihat barang yang bagus dipajang di toko. dan yang paling jengkelin itu kalo uang yang ada di dompet kita gak sebanding sama harga barang yang bikin kita ngiler.
well, mungkin kejadian ini sering terjadi juga pada kalian. iya kan? iya dong? ngaku aja deh. jadi sedikit curhat ini ye. minggu kemarin saya itu iseng-iseng aja mau cuci mata. kalo cuci mata saya tuh biasanya jalan-jalan ke mall geto. maklum anak gahol, maenannya di mall dong :) kemudian saya masuk di outletnya ADIDAS. ups sebut merek tapi tak apalah. baru aja masuk tokonya barang-barang yang dipajang disana udah bikin silau mata apalagi harga-harganya, aduh nusuk-nusuk hati.
oke deh, it's okay, meski saya gak lagi bawa uang banyak pada waktu itu saya pede-pede aja dan tahan-tahanin liat barang-barangnya yang super keren dan harganya yang super muahal. setelah keliling-keliling liat barang ini barang itu, ada satu tas yang berhasil menggoda saya untuk membelinya. OH MY GOD THAT BAG IS SUPER BEAUTIFUL AND I WANNA GET IT.
ini gan barangnya yang saya pengenin.
langsung deh ini saya masukin ke list target saya yang kudu dicapai. tapi harganya lumayan sih. aduh semoga saja dah tas yang harganya 160 lira ini atau seharga 160x5200 = hitung sendiri bisa saya miliki :D aamiinn
well, mungkin kejadian ini sering terjadi juga pada kalian. iya kan? iya dong? ngaku aja deh. jadi sedikit curhat ini ye. minggu kemarin saya itu iseng-iseng aja mau cuci mata. kalo cuci mata saya tuh biasanya jalan-jalan ke mall geto. maklum anak gahol, maenannya di mall dong :) kemudian saya masuk di outletnya ADIDAS. ups sebut merek tapi tak apalah. baru aja masuk tokonya barang-barang yang dipajang disana udah bikin silau mata apalagi harga-harganya, aduh nusuk-nusuk hati.
oke deh, it's okay, meski saya gak lagi bawa uang banyak pada waktu itu saya pede-pede aja dan tahan-tahanin liat barang-barangnya yang super keren dan harganya yang super muahal. setelah keliling-keliling liat barang ini barang itu, ada satu tas yang berhasil menggoda saya untuk membelinya. OH MY GOD THAT BAG IS SUPER BEAUTIFUL AND I WANNA GET IT.
ini gan barangnya yang saya pengenin.
langsung deh ini saya masukin ke list target saya yang kudu dicapai. tapi harganya lumayan sih. aduh semoga saja dah tas yang harganya 160 lira ini atau seharga 160x5200 = hitung sendiri bisa saya miliki :D aamiinn
Langganan:
Postingan (Atom)