Senin, 31 Oktober 2011

Harusnya Sadar dan Sabar

Masih pukul 7 malam. Namun saya sudah mengantuk. Meskipun saya berusaha untuk seolah-olah tidak mengantuk namun tetap saja mata ini tidak kuat lagi untuk terjaga. Mungkin hari ini saya cukup lelah, apalagi saya memulai kegiatan di pagi hari ini jauh lebih awal daripada teman-teman rumah saya. saya butuh istirahat.

Namun, masih ada keinginan kuat di dalam hati ini yang belum terwujud hingga ingin tidur menjadi susah dan tidak tenang. Yakni ingin bercerita tentang kejadian hari ini. tentang suatu perasaan menyesal pada diri sendiri karena masih belum bisa untuk bersabar.

Benar. Hari ini saya masih sempat merasa jengkel sedikit ketika saya mendapatkan sesuatu yang saya tidak suka atau yang membuat saya terganggu. Padahal itu sebenarnya bukanlah masalah yang besar. Sangat sepele.

Astaughfirullah. Kenapa hati ini padahal teman-teman saya dan orang-orang disekitar saya tidak membuat kesalahan namun Mengapa harus merasa jengkel dengan mereka? Mengapa harus berat hati ketika mereka bertanya dan minta tolong kepada saya?

Sedikit susah ternyata untuk mewujudkan tekad yang pernah terucap pada diri ini. “harus menjadi orang sabar”. Berkali-kali kata-kata itu saya ucapkan namun, sedikit saja Allah uji sudah gagal.

Ya Rabb. Mengapa dengan saya ini? mengapa untuk menjadi sabar begitu susah ya Allah?

Saya mencintai dan menyukai orang yang sabar, santun dan lembut. Namun saya mengapa menjadi sebaliknya. Sangat tidak adil.

Keinginan untuk membuat diri ini sabar tidak seinstan membuat mie ternyata. Yang tinggal di rebus di dalam air panas, di beri bumbu hingga siap di santap. Perlu proses yang lebih rumit dan panjang daripada membuat mie tersebut. Mungkin hal-hal yang membuat saya jengkel, atau yang saya tidak sukai adalah proses-proses yang harus saya lalui jika ingin menjadi sabar.

Saya berfikir, mungkin saya kurang siap dengan ujian yang akan Allah berikan kepada saya hari ini hingga saya tidak sadar bahwa kejadian-kejadian yang saya lalui tadi adalah proses untuk membuat saya menjadi orang lebih sabar sehingga saya tidak menerimanya dengan baik. bukannya bersyukur dan melayani mereka dengan baik justru menggerutu di dalam hati dan memperlakukan mereka dengan buruk. harusnya saya sadar dan sabar. harusnya saya lebih peka.

jam dinding di ruang tamu yang sedang aku singgahi ini menunjukkan sekarang pukul 7.30. masih belum terlalu malam memang. Namun sudahlah, saya sudah mengantuk. Saya rasa sudah cukup untuk laporan hari ini. lebih baik saya sholat isya, mohon ampun dan bersegera untuk tidur agar besok bisa bangun pagi kembali dan menunaikan sholat tahajud. Mempersiapkan diri juga untuk menghadapi kejutan-kejutan dari Allah untuk saya besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...